Alisson Becker Dengan Performa Yang Hebat, Tapi Belum Menunjukkan Maksimal bagi Liverpool

Alisson Becker Dengan Performa Yang Hebat, Tapi Belum Menunjukkan Maksimal bagi Liverpool

Alisson Becker mungkin telah menjalani pertandingan pertamanya yang luar biasa sebagai pemain Liverpool, namun belum banyak yang ketahui dia belum bisa menunjukkan kemampuannya dengan maksimal. Dan ia dinilai masih bisa berkembang lebih baik lagi. Kemampuan Alisson masih bisa berkembang dan mengejutkan penggemar setia The Reds.

Setahun yang lalu, Liverpool mengejutkan banyak pihak ketika mendatangkan Alisson sebagai kiper termahal di dunia. Dan sanggup membayarnya, Kiper berdarah Brasil ini mencuri perhatian selama ia bermenunjukkan kemampuannya dilapangan untuk AS Roma, Liverpool kepincut.

Meski diawal sempat diragukan, pembelian itu terbukti sebagai salah satu pembelian terbaik Liverpool. Kehadiran Alisson memberikan dampak kemajuan yang cepat di rasakan. Pertahanan The Reds langsung jadi lebih baik secara menyeluruh.

Walaupun sudah luar biasa, ini baru musim pertama untuk Alisson, untuk itu besar harapan Liverpool dengan performa Alisson bisa lebih baik lagi kedepannya untuk kemajuan Liverpool.

Menyesuaikan Dengan Cepat

Pelatih kiper Liverpool, John Achterberg yakin performa yang sekarang masih belum kemampuan terbaik yang di tunjukkan Alisson. Tentu setiap pemain mana pun perlu beradaptasi menyesuaikan ketika pertama kali bermain di Premier League. Alisson, meski sudah hebat, ia akui masih perlu banyak beradaptasi.

“Ketika anda baru tiba di Premier League, anda selalu memerlukan waktu untuk beradaptasi, tetapi dia bisa melakukan itu dengan cepat,” tutur Achterberg kepada Liverpoolfc.com.

“Ada beberapa area yang masih perlu dia perbaiki, tetapi segala yang lain berjalan otomatis. Kami bekerja di sesi latihan pada hal-hal yang bisa terjadi dalam hal agresi, pemain yang berusaha memblok pergerakan dia, dan hal-hal seperti itu. Saya kira dia sudah sangat siap.”

Musim Hebat

Berita lanjutnya, Liverpool tak akan mengeluhkan dengan performa Alisson selama semusim ini. Walaupun ia belum tampil maksimal, ia sudah sukses mencatatkan 21 clean sheets di Premier League dan meraih Golden Gloves. Musim Alisson sudah luar biasa.

“Jika anda menjalani musim seperti yang baru dia lalui – dan kami masih punya satu pertandingan lagi – itu bakal sulit dikalahkan. 21 clan sheets di liga! Dia menjalani musim hebat dan levelnya mungkin yang terbaik di dunia, jadi kami tidak bisa mengeluh.”

“Semoga tahun depan dia bisa berkembang lebih jauh lagi, selalu ada hal-hal kecil yang bisa kami lakukan dengan baik,” tutupnya.

Alisson Becker berperan penting pada keberhasilan Liverpool dan sangat di harapkan oleh tim Liverpool akan kemajuan yang ditunjukkannya, ia mengamankan runner-up Premier League dan mencapai final Liga Champions musim ini.

Inter Milan Dan Taktik Pola Serangannya Mudah Dibaca Dan Ditiru

Inter Milan Dan Taktik Pola Serangannya Mudah Dibaca Dan Ditiru

Pola permainan Inter Milan besutan Luciano Spalletti di Serie A tahun 2018/2019 termasuk kategori yang mudah dibaca. Mereka biasanya menyerang lewat kedua sayap, kemudian melepas crossing atau umpang silang.

Dua pemain Inter dengan jumlah crossing akurat terbanyak di Serie A musim ini adalah Matteo Politano dan Ivan Perisic. Politano mencatatkan 56 operan silang akurat dalam 36 penampilan, sedangkan Perisic 48 dalam 34 laga.

Berdasarkan statistik WhoScored, Inter melepaskan rata-rata 29 umpan silang per laga. Jumlah tersebut itu pun lebih banyak jika dibandingkan dengan tim-tim lainnya.

Rata-rata umpan silang per laga di Serie A 2018/19:

29 – Inter Milan

23 – Juventus, AS Roma, SPAL

21 – Napoli, Atalanta, Cagliari, Fiorentina, Frosinone, Genoa

20 – AC Milan, Torino, Bologna

19 – Lazio

18 – Chievo

17 – Sampdoria, Sassuolo, Empoli

15 – Udinese

14 – Parma.

Banyak Tapi Kurang Efektif

5 Tim dengan umpan silang akurat terbanyak di Serie A 2018/19:

276 – Inter Milan

241 – AS Roma

226 – SPAL

214 – Juventus

204 – Cagliari.

5 Tim dengan umpan silang tidak akurat terbanyak di Serie A 2018/19:

816 – Inter Milan

658 – Juventus

637 – SPAL

622 – Genoa

620 – Frosinone.

Untuk statistik rata-rata umpan silang per laga, jumlah umpan silang akurat, bahkan jumlah umpan silang tidak akurat, nama Inter selalu muncul di posisi teratas.

Pola serangan anak-anak asuh Spalletti ini memang cukup mudah dibaca dan jika ada yang mau menirunya pun bisa. Selain itu, perencanaan ini juga tak sepenuhnya efektif buat mereka.

Dari umpan silang sebanyak itu, ‘hanya’ 12 gol sundulan yang dicetak oleh Inter di Serie A 2018/19. Jumlah tersebut pun masih kalah dari SPAL (18).

Inter mencetak 57 gol dalam 38 pertandingan. Inter sempat mengalami beberapa kali kesulitan menjebol gawang lawan. Mereka bahkan harus berjuang keras hingga pekan pemungkas untuk memastikan bisa sampai finis peringkat 4 dan lolos ke Liga Champions musim depan.

Awal Musim Yang Gagal Bagi Arsenal Dengan Meyakinkan, Comvalius Berusaha Untuk Tidak Panik

Awal Musim Yang Gagal Bagi Arsenal Dengan Meyakinkan, Comvalius Berusaha Untuk Tidak Panik

Sylvano Comvalius berusaha untuk tidak ikut panik melihat yang di peroleh timnya pada awal Shopee Liga 1 2019 yang disiarkan Indosiar. Penyerang Arema FC menegaskan bahwa sepak bola tak bisa dinilai dari satu atau dua pertandingan saja.

Arema FC harus menerima dan menelan kekalahan pada dua laga perdananya di Liga 1. Usai kalah dari PSS Sleman di laga perdana, Hamka Hamzah dan kawan-kawan kembali kalah atas Borneo FC di laga kedua.

“Tak perlu panik dan saling menyalahkan. Kami baru bermain dua pertandingan dan masih memiliki 32 pertandingan lagi,” ucap Comvalius.

“Ibarat berlari, sepak bola bukanlah sekadar sprint. Ini adalah lari maraton,” sambungnya.

Arema akan melanjutkan perjalanan kedepannya untuk menghadapi Persela Lamongan. Pertandingan, yang akan dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan, pada hari senin tanggal 27 mei 2019 dini hari, dan akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.

Memiliki Pengalaman Serupa di Bali United

Comvalius sendiri ketika angkat bicara ia tak asal bicara soal optimismenya bahwa Arema bakal segera bangkit. Pemain asal Belanda ini memiliki sebuah sejarah serupa ketika memperkuat Bali United, pada ISC A 2016 silam.

“Waktu itu, Bali United tak mendapat hasil bagus pada empat laga awal. Banyak orang yang bahkan menyebut kami bakal terdegradasi,” kata Comvalius.

“Namun, bisa dilihat hasilnya. Kami akhirnya bisa main di kompetisi Asia. Saya pun bisa menjadi pencetak gol terbanyak,” sambungnya.

Terus Menyelesaikan

Comvalius angkat bicara dan mengatakan bahwa start mereka pada awal musim ini sama sekali tak meyakinkan. Namun, pemain berusia 31 tahun mengatakan dengan tegas, bahwa timnya sama sekali tak tinggal diam dengan hasil ini dan terus berusaha semaksimal mungkin.

“Kami terus berusaha berbenah,” tegasnya. “Kami selalu bekerja keras, bukannya sekadar berlibur. Memang, terkadang hasil tak sesuai keinginan kita semua. Namun, kami terus berusaha untuk bisa meraih kemenangan,” Comvalius mengatakan dengan tegasnya.